JAS MERAH ADA DI BENTENG VREDEBURG

·

Sebagai salah satu kota perjuangan, Yogyakarta memang selalu tampil dalam merintis, mencapai dan mempertahankan kemerdekaan negara Indonesia dengan memunculkan ide-ide cemerlang. Historisitas tersebut tercatat dalam sejarah nasional kemerdekaan Indonesia yang mencatatkan sedikit banyak aktivitas prokemerdekaan dilakukan di Yogyakarta.Tentunya, kita, sebagai generasi penerus kemerdekaan, hendaknya mengetahui sejarah kemerdekaan kita. Seperti yang telah disampaikan Bung Karno dalam sebuah pidatonya agar kita “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah (jasmerah)”. Oleh karena itu, tidak salah dan perlu mendapat apresiasi jika Yogyakarta memiliki museum khusus sejarah yang berfungsi sebagai pusat pengumpulan, penyimpanan, perawatan, penelitian dan penyediaan bukti material sejarah bangsa Indonesia.

Museum tersebut ialah museum Benteng Vredeburg Yogyakarta. Museum ini menempati area seluas 22.480 m2 dengan batas sebelah utara: Jl. Pabringan, sebelah timur: Jl. Sriwedani, sebelah selatan: Jl. Panembahan Senopati, dan sebelah barat: Jl. Jenderal A. Yani. Sedangkan koleksi yang disajikan oleh museum Benteng Vredeburg adalah:1. Koleksi Bangunan: selokan, jembatan, tembok (benteng), pintu gerbang, bangunan-bangunan di dalam benteng dan Monumen Serangan Oemoem 1 Maret 1949.2. Koleksi Minirama Sejarah Perjuangan Nasional di wilayah Yogyakarta, yaitu:Ruang Minirama I, periode perang Diponegoro – Jepang di Yogyakarta (1825-1942), Ruang Minirama II, periode awal kemerdekaan – Agresi Militer Belanda I (1945-1947), Ruang Minirama III, periode perjanjian Renville – kedaulatan RIS (1948-1949)Ruang Minirama IV, periode Negara Kesatuan Republik Indonesia – Orde Baru (1950-1974)3. Koleksi Realia, Replika, Lukisan dan foto-foto sejarah yang terkait dengan perjuangan bangsa Indonesia di wilayah Yogyakarta.Melihat sangat strategisnya posisi museum Benteng Vredeburg yang berada di tengah-tengah kota Yogyakarta maka tidak sedikit dari kegiatan-kegiatan besar ataupun yang rutin dengan skala nasional dan regional yang dilaksanakan di museum Benteng Vredeburg Yogyakarkta ini, seperti kegiatan seni, budaya serta ilmu pengetahuan. Adapun fasilitas yang bisa digunakan dalam kegiatan-kegiatan tersebut antara lain:Halaman Luar: Monumen SO 1 Maret, Taman Luar, Halaman Parkir. Halaman Dalam: Anjungan, Bastion (Seleka), Taman Bagian Dalam. Ruangan di dalam bangunan benteng dapat dimanfaatkan sebagai ruang rapat, seminar, ceramah/diskusi, lokakarya, pameran (seni, budaya dan ilmu pengetahuan), ruang audio visual (untuk rombongan), perpustakaan, Mushola, kantin, guest house dan monumen shop. Wisata Sepeda Ontel. Hotspot Area.

Mulai bulan Maret 2010, untuk berkunjung ke museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dapat diakses melalui pintu gerbang timur yang menghubungkan taman budaya dan taman pintar Yogyakarta.Apabila Anda hendak berkunjung ke Benteng Vredeburg dengan memakai sarana transportasi umum, maka Anda bisa menggunakan jasa bus Trans Jogja dengan jalur 3A, 2A, dan 1A atau juga bisa dengan bis kota jalur 4 dan jalur 19. Sedangkan Jam buka museum adalah: Selasa sampai Jum’at: 08.00 – 16.00, Sabtu sampai Minggu: 08.00 – 17.00, Hari Libur Nasional Museum tetap buka, dan Senin Museum tutup, kantor tetap buka. Untuk mengetahui detail informasi tentang museum Benteng Vredeburg, Anda dapat menghubungi bagian informasi lewat e-mail di: vrede_burg@yahoo.co.id atau melalui telepon di nomor telepom 0274 – 586934. Menikmati masa kini tidak terlepas dari sejarah masa lampau, untuk itu museum dapat menjadi alternatif untuk mengetahui jati diri, bangsa dan kita

Design a site like this with WordPress.com
Get started